Rabu, 04 Januari 2012

Erupsi Merapi 2010

Kumpulan Foto


Gunung Merapi mengeluarkan asap terlihat dari Desa Deles di Klaten, dekat Yogyakarta, 1 November 2010. (REUTERS/Dwi Oblo)

Rumah-rumah terbakar sementara para sukarelawan menyelematkan korban terbakar akibat erupsi Gunung Merapi di Desa Argomulyo, 5 November 2010. (SUSANTO/AFP/Getty Images)

Sukarelawan menyelamatkan korban-korban terbakar erupsi Gunung Merapi di Desa Argomulyo, dihancurkan oleh awan panas mematikan, 5 November 2010. (SUSANTO/AFP/Getty Images)

Petir menyambar ketika Gunung Merapi meletus, terlihat dari Desa Ketep di Magelang, provinsi Jawa Tengah, 6 November 2010. (REUTERS/Beawiharta)

Pepohonan mati dan abu menutupi rumah rusak dengan Gunung Merapi meletus di belakangnya. Terlihat di Sleman, provinsi Yogyakarta, Jawa Tengah, 6 November 2010. (BAY ISMOYO/AFP/Getty Images)

Sepasang sandal tertutupi abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi di desa terbengkalai Kaliadem, Yogyakarta, Indonesia. 2 Nov 2010. (AP Photo/Trisnadi)

Penduduk berkumpul untuk melakukan pemakaman masal di Sleman, Yogyakarta, Indonesia, Minggu, 7 Nov 2010. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Pepohonan mati dan lumpur menyumbat sungai, sisa awan panas dari letusan Gunung Merapi di Sleman, Jawa Tengah, 6 November 2010. (BAY ISMOYO/AFP/Getty Images)

Abu vulkanik dari letusan Gunung Merapi menutupi sebuah desa di Muntilan, Jawa Tengah, Indonesia, Minggu, 7 Nov 2010. (AP Photo/Trisnadi)

Tim SAR (Search and Rescue) mencari korban di Desa Wukirsari, Sleman. 7 November 2010. (REUTERS/Sigit Pamungkas)

Sebuah dapur ditutupi abu di Desa Cangkringan. 6 November 2010. (REUTERS/Dwi Oblo)

Burung peliharaan, mati ketika erupsi Gfunung Merapi, tergeletak di kandangnya di kampung terbengkalai Kaliadem, Yogyakarta, Indonesia. 2 Nov 2010. (AP Photo/Trisnadi)

Tape Radio Kaset meleleh karena abu vulkanik Gunung Merapi di desa terbengkalai Kaliadem, Yogyakarta, Indonesia. 1 Nov 2010. (AP Photo/Trisnadi)

Lava mengalir dari kawah Gunung Merapi. Diambil oleh kamera ber-exposure tinggi di Klaten. 2 November 2010. (SONNY TUMBELAKA/AFP/Getty Images)

Mount Merapi mengeluarkan lava dan asap ketika meletus kembali hari Rabu, terlihat dari Desa Sidorejo, Klaten. 3 November 2010. (REUTERS/Beawiharta)

Penduduk meninggalkan rumah mereka setelah erupsi berkelanjutan Gunung Merapi di Klaten ,Indonesia. Jumat, 5 Nov 2010. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Gunung Merapi meletus, terlihat dari Desa Wukirsari, Sleman, dekat Yogyakarta. 4 November 2010. (REUTERS/Beawiharta)

Yang tersisa hanyalah tunggul pohon. Desa Kinahrejo, Sleman, Indonesia. 27 October 2010. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

Penduduk meninggalkan kawasan bahaya sementara Gunung Merapi melepaskan awan panas di atas Desa Balerante, Klaten. 1 November 2010. (ADEK BERRY/AFP/Getty Images)

Penduduk mengawal polisi menggiring tersangka pencurian di desa terbengkalai di Sleman yang terletak di zona berbahaya Gunung Merapi. 1 November 2010. (ARYA BIMA/AFP/Getty Images)

Kopassus mengevakuasi paksa seorang nenek dari rumahnya setelah ledakan besar terjadi di Umbulharjo, Sleman. 30 October 2010. (ADEK BERRY/AFP/Getty Images)

Seorang wanita sholat di penampungan sementara, Stadion Maguwoharjo Stadium di Yogyakarta. 5 November 2010. (REUTERS/Beawiharta)

Seorang gadis menangis di penampungan sementara di Bawukan, Indonesia. Jum’at, 5 Nov 2010. (AP Photo/AK Hendratmo)

Pemandangan dari penerbangan lokal jurusan Denpasar-Yogyakarta yang dialihkan ke bandara Surabaya memperlihatkan letusan gas dan debu setinggi 10 km dari puncak Gunung Merapi. 4 November 2010. (CLARA PRIMA/AFP/Getty Images)

Tim SAR dari Yogyakarta membawa korban letusan Merapi di Desa Ngancar, Sleman pada 8 November 2010. (CLARA PRIMA/AFP/Getty Images)

Tangan korban letusan Merapi, di antara kantung-kantung mayat di kamar mayar rumah sakit di Yogyakarta, Indonesia, Jum’at, 5 Nov 2010. (AP Photo/Slamet Riyadi)

Seorang petani berjalan di ladang jagungnya yang tertutupi abu vulkanik dari letusan Merapi di Muntilan, Jawa Tengah, Indonesia pada hari Minggu, 8 Nov 2010. (AP Photo)

Truk berisi pengungsi dari lereng Merapi melintas di tengah hujan abu pekat di Jalan Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (4/11).

Gambar diambil dari Desa Balerante di Klaten memperlihatkan Merapi mengeluarkan awan panas pada 1 November 2010. (ADEK BERRY/AFP/Getty Images)

Gunung Merapi melontarkan material vulkanik terlihat dari Klaten, Indonesia, Selasa, 4 Nov 2010. (AP Photo/Irwin Fedriansyah)

Seorang pengemudi sepeda dan beberapa pengendara motor pada 30 Oktober 2010 di Yogyakarta, Indonesia. (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)

Gambar ini memperlihatkan kehancuran di dekat Merapi setelah erupsi pertama pada 26 Oktober. Gambar diambil dari Desa Kaliadem di lereng Merapi di Sleman pada 31 Oktober 2010. (ADEK BERRY/AFP/Getty Images)

Seorang wanita menggunakan masker melihat-lihat rumahnya yang tertutupi debu setelah erupsi pertama pada 26 Oktober, diambil dari Desa Kaliadem di lereng Merapi, Sleman pada 31 Oktober 2010.(ADEK BERRY/AFP/Getty Images)

Sebuah gerobak dan rumah yang ditinggalkan tertutupi debu setelah letusan Merapi pada 27 Oktober Merapi volcano eruption di Kaliadem, Sleman, pada 31 Oktober 2010. (ADEK BERRY/AFP/Getty Images)

Seekor sapi tergeletak mati di tengah jalan sementara di sekitarnya semua tertutupi debu setelah letusan Merapi pada 27 Oktober. gambar diambil di Desa Kaliadem, Sleman on 31 Oktober 2010. (ADEK BERRY/AFP/Getty Images)

Dalam foto yang diambil hari Selasa, 2 Nov 2010, lava berkilau di kawah Gunung Merapi terlihat dari Deles, Jawa Tengah, Indonesia. (AP Photo/Binsar Bakkara)

Penduduk desa memperhatikan Merapi meletus di Wukirsari, Indonesia, Selasa, 4 Nov 2010. (AP Photo/Trisnadi)

Penduduk lokal meninggalkan zona berbahaya ketika Merapi melepaskan awan panas di Desa Balerante, Klaten pada 1 November 2010. Gunung berapi paling aktif di Indonesia yang telah merenggut setidaknya 36 nyawa minggu lalu kembali menyebarkan awan panas dan menimbulkan kepanikan. (ADEK BERRY/AFP/Getty Images)

Seorang wanita menangis sambil membawa anak di tempat pengungsian sementara di Desa Keputran, Klaten, Jawa Tengah pada 4 November 2010, dekat Yogyakarta, Indonesia. Lebih dari 70,000 orang dievakuasi setelah zona bahaya diperluas hingga lebih dari 15km. (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)

Tentara Indonesia dan sukarelawan membawa peti mati korban letusan Gunung Merapi dalam pemakaman massal di kampung dekat Yogyakarta, Indonesia.

Abu vulkanik menutupi bagian dalam rumah yang terkena aliran lahar pada 27 Oktober 2010.

Mukiji, yang kehilangan adiknya dalam erupsi Gunung Merapi, melihat rumah kerabatnya yang rusak di Desa Kinahrejo.

Seperti adegan dari film horor, pepohonan yang telanjang terkena awan panas mengelilingi bangunan rusak di Yogyakarta, Indonesia, 27 Oktober 2010.

Debu Merapi menutupi bagian dalam masjid yang rusak berat akibat erupsi. 28 Oktober 2010.

Ruangan tertutup debu-mengingatkan pada tragedi Pompeii-dekat Yogyakarta.

Gunung Merapi kembali mengeluarkan debu dan gas panas hari Rabu di Indonesia, dianggap sebagai gunung berapi teraktif di dunia.

Sesuai dengan namanya, Gunung Merapi—”fire mountain” di Jawa—meletus di Juni 2006.

Tertutupi debu Merapi, seorang pria dibawa ke rumah sakit di Sleman, Indonesia, 26 Oktober 2010.

Asap membumbung tinggi dari Gunung Merapi, salah satu gunung berapi paling aktif dan berbahaya di dunia. Ribuan penduduk lembah gunung berapi yang subur mengevakuasi ketika Merapi mulai meletus, mengeluarkan debu panas dan bebatuan tinggi ke angkasa.

Semoga semua korban diberi ketabahan. Terima kasih pada para relawan yang telah berjuang keras menyelamatkan warga.

Kamis, 03 November 2011

FITRAH PEREMPUAN

Mengembalikan Fitrah Perempuan

Melihat wanita menjadi sopir kendaraan umum busway misalnya, bukanlah pemandangan yang aneh. Jangan heran juga jika ada ibu-ibu mengayuh becak di sekitar anda. Pekerjaan-pekerjaan berat (baca: pekerjaan lelaki) tersebut tidak canggung dilakoni oleh wanita saat ini. Kebutuhan ekonomi yang mendesak dan ide pemberdayaan ekonomi perempuan yang didengung-dengungkan oleh kaum feminis telah menyihir wanita-wanita Indonesia untuk terjun langsung di sektor ekonomi.

Dengan dalih pemberdayaan ekonomi perempuan tidak hanya akan memberi keuntungan, tetapi juga memberi solusi dari persoalan keluarga termasuk masalah perekonomian negara, maka dicanangkanlah program pemberdayaan perempuan berdasarkan Instruksi Presiden RI No.9 Tahun 2000 Tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional Tanggal 19 Desember 2000.

Benarkah dengan pemberdayaan ekonomi perempuan ini bisa memperbaiki ekonomi keluarga-keluarga Indonesia yang notabene hampir 50% nya ini berada dalam kemiskinan?

Program pemberdayaaan ekonomi perempuan tersebut telah menggeser peran perempuan sebagai ibu menjadi ‘kepala’ rumah tangga yang harus menafkahi keluarga. Hal ini terjadi lantaran diterapkannya sistem kapitalisme yang secara nyata menunjukkan perlakukan keji terhadap perempuan karena menilai perempuan sebagai komoditi yang layak dieksploitasi demi mendatangkan materi. Kapitalisme juga mengukur partisipasi perempuan dalam pembangunan bangsa hanya dari kontribusi materi.

Program-program pemberdayaan ekonomi perempuan yang digencarkan oleh pemerintah, hanya bersifat parsial dan tidak menyentuh akar permasalahan mengenai kemiskinan. Padahal kemiskinan merupakan persoalan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya persoalan perempuan. Terlebih lagi penyebab kemiskinan saat ini, sifatnya struktural akibat diterapkannya sistem kapitalis.

Lalu apa hasil yang sudah dirasakan oleh bangsa ini dengan dilakukannya program pemberdayaan ekonomi perempuan? Apakah sesuai dengan harapan ataukah sebaliknya?

Ide pemberdayaan perempuan telah menambah tingkat perceraian akibat ketimpangan ekonomi keluarga, rusaknya generasi akibat rendahnya perhatian orang tua khususnya ibu, meningkatnya single parent dan rendahnya keinginan untuk menikah karena ingin menjadi wanita karir atau TKW.

Mengembalikan Peran Perempuan dalam Islam

Allah Swt. telah memberi kedudukan mulia bagi perempuan dengan menetapkan mereka menjadi seorang ibu dan pengatur rumah tangga. Itulah posisi terbaik bagi wanita, karena Allah Pencipta segenap makhluk sangat mengetahui apa yang terbaik bagi mereka.

Karena kewajiban utamanya menjadi ibu dan pengatur rumah tangga, maka Islam memberi hak bagi perempuan untuk mendapatkan nafkah dari suaminya. Mereka tinggal di dalam rumah, tetapi mendapat pemenuhan kebutuhan hidupnya secara makruf (Lihat: QS al-Baqarah [2]: 223).

Dalam sorotan Syariah, Islam sangat memperhatikan peran dan tugas ibu karena ibulah kunci lahirnya generasi tangguh yang akan melanjutkan peradaban yang lebih baik. Menjadi ibu berkualitas haruslah memiliki kecerdasan spiritual, kecerdasan ruhiyah yang menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah yang wajib menjalankan seluruh peran keibuan dalam rumah tangga dan meyakini semua itu akan dimintai pertanggungjawaban kelak oleh Allah Swt.

Hal ini akan mendorong para ibu untuk melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan semata mencari ridha-Nya. Ibu yang berkualitas juga harus memiliki kepribadian Islam. Maksudnya setiap tingkah laku dan cara berpikirnya selalu diarahkan oleh aturan-aturan Islam yang dilandasi oleh Iman.

Ketika peran ibu dan pengurusan rumah tangga diabaikan, maka akan terjadi kerusakan yang akan menimpa anak-anak, suami dan tentu saja ibu itu sendiri. Anak-anak tidak terawat dengan baik, keadaan ini akan memunculkan generasi yang lemah.

Rumah tangga pun tidak terurus, memicu percekcokan suami-istri. Rapuhnya institusi keluarga muslim yang akan menuju pada ambang kehancuran seperti yang dikehendaki demokrasi kapitalisme.

Program pemberdayaan perempuan yang diperjuangkan selama ini adalah alat yang telah merusak tatanan keluarga dan menambah permasalahan negeri ini. Perubahan lebih baik hanya bisa diwujudkan dengan Syariah dan Khilafah bukan dengan tetap kukuh dengan demokrasi. Wallahu a'lam. (*)

Penulis: Ummu Arik (Aliya), Ibu rumah tangga, alumnus Universitas Padjadjaran Bandung
http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/mengembalikan-peran-perempuan.htm