Kamis, 10 Januari 2013

INGIN MENIKAH


Ketika Hati Rindu Ingin Menikah

 

Berawal dari note seorang ukhti shalihah yang bertemakan kerinduan hati akan sunnah yang indah ini... Duh, katanya sih nikah itu sesuatu banget. Lha gimana ga sesuatu, yang dulunya dikecam jadi dipuji, yang dulunya haram jadi halal, yang dulunya dulunyaa.. he..he..

Well, balik lagi ke niat awal menulis artikel ini, meski diri belum menggenapkan separuh Diin, izinkan untuk berbagi.. semoga ada manfaatnya, kalopun nanti ada yang kurang berkenan dan salah mohon dimaafkan dan diluruskan.. ^_^

Ketika Hati Rindu Ingin Menikah,

"Innamal 'amalu binniyat..." setiap amalan -termasuk nikah- berkualitas tidak nantinya dimulai dari niat. Sepakat ya? sipks.. kalo penginnya asal nikah/asal laku/asal kagak mbujang biar ga malu sama temen-temen yang udah 'nyolong' start duluan ya kualitas keluarga yang dibentuk nantinya juga asal ada, asal jadi, asal-asalan. Na'udzubillahi min dzalik yaa Rabbana...

Tapi kalau niatnya LILLAH -karena Allah semata-, kemudian caranya BILLAH -sesuai syari'atnya/seoptimal mungkin syar'i- dengan visi ILALLAH -untuk Allah, mendapatkan ridhaNya- insya Allah, Barakah.. Barakah..!

Saudariku.. permasalahan kita bukan sekedar menikah, tapi mewujudkan pernikahan yang berkualitas dalam pandanganNYa. Pernikahan yang barakah, pernikahan yang mengundang rahmat dan kasih sayangNya, pernikahan yang menjadikan tiap penghuni rumah shalih dan mushlih, pernikahan yang... ah antunna lebih tau dari ana.. :)

Tiada maksud menggurui sahabat.. bisa jadi antunna lebih faham, namun izinkan ana melanjutkan celoteh ini ya, he..he..

Ada sesuatu yang menggelitik tatkala teringat pertanyaan pusaka "Kapan nikah ukhti?" -Bagi kami yang bujang eh gadis-gadis ini dink (duh, mungkin ana sendiri aja kali ya ^.^") pertanyaan tersebut menohok banget, ibarat makan keselek dan butuh jurus pemungkas lainnya, nyari air- akan sebuah ayat:
kullu nafsin dzaa iqotul maut
, tiap yang bernyawa pasti akan mati (QS.3 : 185).

Terkadang kita -lagi, mungkin ana sendiri ^.^"- 'mati-matian' mempersiapkan sebuah mahligai pernikahan tapi ga 'mati-matian' mempersiapkan kematian yang pasti. Iya, menikah itu mungkin tapi mati itu pasti. Pertanyaannya kenapa? Mari kita mengintip masing-masing hati mungil ini, mungkinkah kita terlalu hubbuddunya? Tidak.. Maksud ana bukan berarti melupakan sunnah yang penuh nikmat ini, tapi adakah kita juga khawatir sebagaimana khawatir menanti 'mitsaqon ghalizha' yang satu ini..? antunna lebih fahm, 'afwan...

Sahabatku.. Siapakah yang tidak ingin separuh agamanya sempurna? Siapakah yang tak ingin bercanda mesra dengan pasangan yang telah dihalalkan padanya? Bahkan pandangan suami-istri yang penuh nafsu pun dipandang Allah dengan pandangan rahmat.. Semua ingin, iya sekali lagi semua ingin!
uhuk..uhuk..

Tiap rezeki, ajal, nasib baik-buruk telah ditetapkan sejak kita dalam kandungan. Demikian pula jodoh. Siapa jodoh kita sudah ada, sudah dipasangkan. Perkaranya, kita menjemput rezeki -jodoh- tersebut dengan cara yang disukaiNya atau dilemparNya penuh murka? Jika ingin diberikan dengan cara yang lembut, penuh kasih dan belaian sayangNya maka "fashbir shobron jamilan” (QS. 70 : 5). Bersabarlah duhai sahabat, dengan sabar yang baik.. Bersabarlah dengan shalat.. Karena kekuatan kita hanya datangnya dari Allah. :)

Sahabatku, "Jangan bersedih, Allah bersama kita..." Tinggal sejauh mana kita merasa Allah membersamai kita..? Ah, mungkin diri ini yang mesti belajar lebih dan bersuci hati, hingga nikmat dan sentuhan muraqabah selalu menyertai...

Mari kita jemput rezeki yang telah Allah tetapkan untuk kita dengan cara yang Allah sukai.. dengan cara yang Allah ridhai.. dengan cara yang cantik dalam pandangan Allah.. insya Allah, barakah..barakah..!
Karena orientasi kita barakah! kebaikan yang kontiunitas.

Cukuplah Allah sebaik-baik tempat mengadu dan memohon segalanya..
Hayuk kita meminta kepada Allah apapun kriteria yang diinginkan, ga usah ragu dan malu, karena Allah Maha Tahu, he..he.. (ingat buat targetan dalam liqoan, setinggi-tingginya, kalopun ga nyampe ya ga beda jauh dari yang ditargetan, insya Allah) ^_^

Sebagai penutup, lebih pada menunjuk diri pribadi : Tingkatkan kualitas diri, makin cantik dalam pandanganNya, insya Allah, Allah pun akan menghadirkan pasangan yang berkualitas dan tampan dalam pandanganNya.. siapakah yang lebih mengetahui hati-hati tiap manusia? Meningkatkan kualitas diri itu fokusnya bukan “dia” tetapi “saya”. Semakin saya berkualitas, yakin..yakin.. Allah akan menghadirkan hambaNya -entah dari bumi belahan mana- yang berkualitas sebagai pasangan kita.

"Fa idza azzamta fatawaqal 'alallah." Kalau sudah berazzam maka bertawakallah kepada Allah. Dan, Sibukkan diri lejitkan potensi! Bisa aktif dalam aktifias dakwah (struktural maupun wajihah-wajihah yang ada) atau ikhtiar sambil menyiapkan ma'isyah, atau yang lainnya. Mari tetapkan target nanti mau jadi apa fokus di mana, mungkin fokus menjadi ibu rumah tangga (madrasatul ummah). Jangan malu, jangan minder, itu peran mulia! Secerdas dan setangkas apapun, keluarga lebih berhak mendapatkan manfaatnya! Kalaupun menjadi seorang profesional, jangan sungkan, itu juga peran mulia! Bermanfaat bagi sesama!

Afwan minkum dan kepada Allah ana mohon ampun. wallahu a'lam bi shawab.. [][]


Penulis : Agatha Rizky

Senin, 07 Januari 2013

IRAMA HATI PAGI

IRAMA HATI PAGI
(dari jemari temanku)

menyibak kesunyian pagi jelang subuh
berharap semua kebaikan akan iringi langkah
perjalanan diri hari ini......

tak banyak yang kumau
hanya keinginan semoga diri ini diberi keluasan rasa ikhlas
juga kesabaran.....
ter amini apa yang jadi harapan...dan bisa membawa manfaat

jangan tanyakan rasa sayang ini.......
karena diri ini sudah ihklas hati menyayangi
bersama orang orang terkasih
yang selama ini selalu menemani

agar ringan langkah kaki ini
temani aku kemanapun pergi
aku yakin semua rintangan
akan bisa kulalui
bismillah....atas ijin dan ridhomu YA ALLAH
juga doa dari orang orang terkasih..................

Rabu, 24 Oktober 2012

THE SAD VIOLIN


Ketika alunan violin diperdengarkan 
seakan menyayat rasa ini, 
di pagi yang sunyi dalam keramaian ini, ....
akankah ada cahaya menerangi remangnya hari-hariku....
Ya Allah ya Rob....
maafkanlah segala dosa dan salahku
berilah kekuatan dan ketegaran
ku sambut nik'mat yang kau janjikan 
ku gapai mimpi dan angan...



Sabtu, 13 Oktober 2012

KEGIATAN  AHAD PAGI

 Sering hari Ahad kami jadikan hari krida keluarga, hari yang dapat dinikmati bersama2,...











gambar di samping : ketika melintas jalan tembus klaten -wedi- jurusan Gedang sari Gunung kidul
 Diperjalanan pun sering kami tertinggal jauh sama Nadia dan Ghozi,......yg selalu gowes dengan semangat.....so pasti kami tertinggal , karena memang  inilah keceriaan yang akan muncul spontan walaupun dalam kondisi betul2 capek...tapi suka..










Lokasi : Desa Gentan Kec. Gantiwarno  ( masih Klaten)----->
Sang Juara, melaju tanpa kendali akhirnya kesasar ga tahu mana jalannya...."  tuooooloooooong.......pada ke mana ya.?"








Lokasi .: Ds Karang Turi Gantiwarno ( masih Klaten)



JUMPA LAGI dENgan Cerita yG lEbIh Ok'

Lama banget ...ga posting,..akhirnya ingin rasanya mulai lagi ngarsip apa aja yang pernah aku jalani, aku rasakan, aku liat dan aku alami. Semoga ini jadi awal yang baik untuk menggali lagi yang selama ini hobby ku adalah cerita, terutama ttg pengalaman pribadi kepada sahabat2ku yang selalu suka klo saya cerita,...Selama ini cerita di dominasi pengalaman pribadi , mungkin ke depan akan saya sampaikan pengalaman ataupun pendapat dari teman2 dan tokoh2 yang pastinya pernah aku kenal.....

Slanjutnya silahkan menyimak postingan yang akan secara periodik bisa di lihat di halaman ini... Selamat menikmati

Minggu, 07 Oktober 2012


YANG TIDAK BERGUNA DALAM HIDUP AKAN SEGERA MATI


Ada dua ekor kuda yang sedang membawa beban. Kuda yang di depan berjalan tegap, sedangkan kuda yang di belakang berjalan malas-malas. Pemilik kuda akhirnya menumpuk beban kuda yang di belakang di atas punggung kuda yang di depan.

Setelah semua beban dipindahkan, kuda yang belakang berjalan dengan mdah dan senang sambil berkata pada si kuda depan,"Kerja keras dan berkeringatlah, karena semakin berat bebanmu, semakin bertambah pula penderitaanmu...."

Pada saat rombongan musafir sampai di sebuah penginapan, pemilik kedua kuda ini berkata di dalam hati, " Mengapa aku harus memberi makan kedua kuda, sementara semua beban hanya di pikul oleh seekor kuda saja?"...Lebih baik aku memberikan semua makanan ini pada kuda pemikul beban, dan menyembelih kuda yang satunya, karena paling tidak aku akan mendapatkan kulitnya." Dan inilah yang terjadi....